

Universitas Gunadarma, Sistem Informasi
Pepatah tua yang berbunyi "dimana ada kemauan disitu ada jalan" mungkin pantas diberikan kepada Basuki Agus Suparno. Pria berusia 38 tahun itu pada Kamis 14 Januari 2010 resmi menaruhkan gelar Doktor di depan namanya karena telah diwisuda dari institusi pendidikan tinggi dimana ia selama ini menimba ilmu, Universitas Indonesia (UI). Menurut pengakuan Basuki, ia tidak menyangka bisa mengecap bangku pendidikan sampai Strata 3 (S3). 18 tahun yang lalu, keterbatasan biaya dan sempat gagal pada Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) tahun pertama adalah ujian yang harus dilewatinya pada awal-awal hendak kuliah S1. Namun, itu semua bisa dilaluinya dengan baik. Menjual koran adalah salah satu pekerjaan yang harus dilakoni Basuki mulai dari selepas SMA sampai dirinya menyelesaikan pendidikan S1-nya di jurusan Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo. "Tahun 1991 kuliah di UNS biayanya dari koran. Jualan koran di jalan-jalan Sragen. Kalau jadi agen koran enak, tapi saya betul-betul ambil koran lalu dijual," katanya. Adapun, program S3 yang dijalani oleh Basuki Agus Suparno adalah dari program Ilmu Komunikasi FISIP UI. Wah, sebuah kisah hidup yang patut dicontoh oleh siapa saja yang memiliki mimpi dalam hidupnya, yakni jangan menyerah dengan keadaan dan ketika ada kemauan untuk menggenapinya pasti ada jalan keluar ketika permasalahan datang.
Google baru-baru ini menyatakan siap mengundurkan diri dari China dan menutup seluruh operasional mereka di sana. Alasannya, raksasa mesin pencari itu sudah tidak tahan dengan gelombang serangan yang dilancarkan para hacker asal negeri tirai bambu tersebut.Scott Henderson, seorang pensiunan tentara AS yang merupakan pengamat dan penulis The Dark Visitor: Inside the World of Chinese Hackers pernah menyebutkan pada DNA India. “Aspek unik dari hacker China adalah rasa nasionalisme dan kolektivitas. Ini kontras dengan stereotip hacker barat yang umumnya mandiri dan bekerja secara individual di ruang bawah tanah tempat tinggal mereka,” ucapnya.
Akan tetapi, belakangan, kecenderungan yang terjadi adalah ‘tentara cyber’ tersebut terpecah-pecah dan membentuk kriminal kapitalis dan mulai meninggalkan rasa nasionalisme mereka.
Meski demikian, Henderson menyebutkan, suatu saat jika ada konflik yang melibatkan China, hacker tentu akan memobilisasi kelompok mereka dan terlibat dalam perang dunia maya. Dan jika saatnya tiba, ‘jenderal’ Xiao Tian mungkin akan menjadi salah satu pemimpin pasukan tentara China tersebut.



Get your own Digital Clock
Childhis girl Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Sponsored by Blogger Template Gallery